
Membuat Nail Art Dengan Gampang ! berikut penjelasannya – Saat sebelum mengaplikasikan tata langkah membuat nail art, seharusnya persiapkan perlengkapan simpatisannya lebih dulu. Salah satunya, kuku palsu, monomer dan bubuk aklirik, plate atau stamper, cat akrilik dan rhinestone.
Kuku palsu ini dapat menjadi pilihan terbaik untuk kamu yang tidak mempunyai kuku panjang. Kombinasi di antara monomer dan aklirik dapat hasilkan gambar berwujud 3D. Peranan stamper sebagai stempel automatis pembuat pola pada kuku.
Platter adalah cetakan pola yang nanti akan ditempelkan pada kuku. Rhinestone adalah manik-manik sejenis bebatuan yang dapat digunakan untuk menambahkan struktur, di mana sisi belakangnya berwujud datar dan gampang ditempelkan.
Cat aklirik dalam masalah ini diutamakan untuk kuku. Karakternya tidak begitu cair dan bisa lebih cepat kering. Janganlah lupa untuk bersihkan kuku lebih dulu, baru kemudian aplikasikan tata langkah membuat seperti berikut:
Baca Juga : Apa Itu Nail Art? Simak Penjelasan Mengenai Nail Art
Tentukan Design
Tata langkah membuat nail art pertama ialah tentukan design yang nanti ingin diaplikasikan. Saat mengulas design, akan ada beberapa warna dan pola yang bisa jadi rekomendasi opsi.
Ada beberapa gagasan design nail art ada di mesin penelusuran internet. Dimulai dari yang jenjang pembuatan termudah, sedang sampai susah. Jika kamu masih pemula, dapat coba mengaplikasikan design dengan pembuatan sederhana lebih dulu.
Baru kemudian mengaplikasikan design lebih kompleks jika sudah terlatih melakukan. Contoh-contoh nail art sederhana diantaranya colour french panduan, dotty, sederhana smiley, gradients, metallic colour dan ada banyak .
Mempersiapkan Kuku
Sesudah tentukan design, kamu dapat meneruskan cara dengan mempersiapkan kuku. Dalam kegiatan nail art, peranan kuku sebagai kanvas. Saat sebelum digambar, kamu harus membuat pada keadaan siap lebih dulu.
Agar tata langkah membuat nail art nanti mendapat hasil seperti keinginan, pastikan untuk bersihkan kuku dari beragam jenis kotoran dan debu. Termasuk yang tersangkut di bagian sela-selanya.
Janganlah lupa untuk membereskan sisi kutikula. Untuk mendapat bentuk seperti keinginan, seperti tumpul atau lancip, kamu dapat menggunakan nail file. Saat kuku keadaannya bersih dan mempunyai bentuk rapi, nanti semakin lebih gampang digambar.
Melapis dengan Base Coat
Seharusnya lapisi kuku menggunakan base coat terlebih dahulu agar tidak gampang ringkih dan warna kekuningan. Lapisanan memakai base coat perlu ingat bahan catnya dibuat dari zat kimia yang mempunyai potensi menghancurkan kuku.
Meskipun dilapis menggunakan base coat, tidak butuh cemas design yang nanti ingin diaplikasikan rusak. Karena, warna dari base coat ialah terbuka. Selainnya menghindari dari kerusakan, base coat akan menambahkan ketahanan cat agar semakin lama.
Menambah Petroleum Jelly
Tata langkah membuat nail art seterusnya yakni menambah petroleum jelly. Peranan petroleum jelly ialah memudahkan penghilangan cat. Produk ini pasti akan menolong beberapa pemula yang sering lakukan kekeliruan saat proses design.
Sebetulnya tidak memiliki petroleum jelly bukan sebuah persoalan. Dengan catatan, kamu agar lebih waspada saat proses mengimplementasikan cat supaya kurang terjadi kekeliruan ingat karakternya lumayan susah ditiadakan.
Menerapkan Design
Saat ini waktunya menerapkan design yang pernah telah kamu siapkan sebagai bahan rekomendasi. Pakai cat dengan warna sama sesuai rekomendasi design, ikutinya polanya, gunakan bubuk akrilik dan rhinestone jika dibutuhkan.
Tutup dengan Hebat Coat
Cara paling akhir sesudah usai menerapkan design seperti keinginan ialah tutup dengan hebat coat. Peranan dari susunan satu ini ialah mengamankan agar semua cat atau bahan warna menempel pada kuku dengan prima.
Untuk kamu yang ingin nail art, tetapi kesusahan membuat sendiri, dapat manfaatkan penyuplai service paling dipercaya, seperti Hynin Beauty. Tidak butuh mengaplikasikan langkah membuat nail art di atas dengan berdikari, karena Hynin Beauty akan menolong melakukan seperti keinginan kamu.
cara membuat nail art, sebaiknya siapkan peralatan pendukungnya terlebih dahulu. Diantaranya, kuku palsu, monomer dan bubuk aklirik, plate atau stamper, cat akrilik serta rhinestone.
Kuku palsu ini bisa menjadi opsi terbaik bagi kamu yang tidak memiliki kuku panjang. Perpaduan antara monomer dan aklirik bisa menghasilkan gambar berbentuk 3D. Fungsi stamper adalah sebagai stempel otomatis pencetak motif pada kuku.
Platter merupakan cetakan motif yang nantinya akan ditempelkan pada kuku. Rhinestone merupakan manik-manik berjenis batu-batuan yang bisa dipakai untuk menambah tekstur, di mana bagian belakangnya berbentuk datar dan mudah ditempelkan.
Cat aklirik dalam hal ini dikhususkan untuk kuku. Karakteristiknya tidak terlalu cair serta lebih cepat kering. Jangan lupa untuk membersihkan kuku terlebih dahulu, baru setelah itu terapkan tata cara membuatnya sebagai berikut:
Menentukan Desain
Tata cara membuat nail art pertama adalah menentukan desain yang nantinya ingin diterapkan. Ketika membahas desain, akan ada banyak warna serta motif yang dapat dijadikan referensi pilihan.
Ada banyak ide desain nail art tersedia di mesin pencarian internet. Mulai dari yang tingkatan pengerjaan paling mudah, sedang hingga sulit. Bila kamu masih pemula, bisa mencoba menerapkan desain dengan pengerjaan sederhana terlebih dahulu.
Baru setelah itu menerapkan desain lebih kompleks bila sudah terbiasa melakukannya. Beberapa contoh nail art simple antara lain color french tips, dotty, simple smiley, gradients, metallic color dan masih banyak lagi.
Menyiapkan Kuku
Setelah menentukan desain, kamu bisa melanjutkan langkah dengan menyiapkan kuku. Dalam aktivitas nail art, peran kuku adalah sebagai kanvas. Sebelum dilukis, kamu harus membuatnya dalam kondisi siap terlebih dahulu.
Supaya tata cara membuat nail art nantinya memperoleh hasil sesuai keinginan, pastikan untuk membersihkan kuku dari berbagai macam kotoran serta debu. Termasuk yang menyangkut pada bagian sela-selanya.
Jangan lupa untuk merapikan bagian kutikula. Untuk memperoleh bentuk sesuai keinginan, seperti tumpul atau runcing, kamu bisa memakai nail file. Ketika kuku kondisinya bersih dan memiliki bentuk rapi, nantinya akan lebih mudah dilukis.
Melapisi dengan Base Coat
Sebaiknya lapisi kuku memakai base coat lebih dulu supaya tidak mudah rapuh serta berwarna kekuningan. Pelapisan menggunakan base coat perlu mengingat bahan catnya terbuat dari zat kimia yang berpotensi merusak kuku.
Walaupun dilapisi memakai base coat, tidak perlu khawatir desain yang nantinya ingin diterapkan rusak. Sebab, warna dari base coat adalah transparan. Selain menghindarkan dari kerusakan, base coat akan menambah daya tahan cat supaya lebih lama.
Menambahkan Petroleum Jelly
Tata cara membuat nail art selanjutnya yaitu menambahkan petroleum jelly. Fungsi petroleum jelly adalah mempermudah penghapusan cat. Produk ini tentu akan sangat membantu para pemula yang kerap melakukan kesalahan ketika proses desain.
Sebenarnya tidak mempunyai petroleum jelly bukanlah sebuah permasalahan. Dengan catatan, kamu harus lebih berhati-hati ketika proses mengaplikasikan cat agar minim terjadi kesalahan mengingat karakteristiknya cukup sulit dihilangkan.
Mengimplementasikan Desain
Sekarang waktunya mengimplementasikan desain yang sebelumnya sudah kamu persiapkan sebagai bahan referensi. Gunakan cat dengan warna sesuai referensi desain, ikuti motifnya, pakai bubuk akrilik dan rhinestone bila diperlukan.
Menutup dengan Top Coat
Langkah terakhir setelah selesai mengimplementasikan desain sesuai keinginan adalah menutup dengan top coat. Fungsi dari lapisan satu ini adalah mengunci supaya seluruh cat atau pewarna melekat pada kuku dengan sempurna.
Bagi kamu yang ingin nail art, tapi kesulitan membuatnya sendiri, bisa memanfaatkan penyedia layanan terpercaya, seperti Hynin Beauty. Tidak perlu menerapkan cara membuat nail art diatas secara mandiri, karena Hynin Beauty akan membantu melakukannya sesuai keinginan kamu.